Cetak Biru Perbankan Syari’ah

CETAK BIRU PERBANKAN SYARI’AH

Ada tujuh pilar pengembangan yaitu:

  • Pengembangan SDM berkualitas tinggi
  • Pengembangan kerangka regulasi
  • Pengembangan infrastruktur pendukung
  • Struktur perbankan yang efektif
  • Aliansi strategis
  • Pemberdayaan nasabah
  • Kepatuhan terhadap prinsip syari’ah

 

Pilar I: Pengembangan SDM berkualitas tinggi

  1. Project assessment: persiapkan materi assessment bagi sertifikasi, updating materi sertifikasi bank syariah
  2. Managerial skill: peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan
  3. Kompetensi penerapan prinsip syariah
  4. Memiliki lembaga pelatihan dan pendidikan
  5. Lembaga fatwa keuangan syariah: mendorong program sertifikasi DPS

 

Pilar II: Pengembangan kerangka regulasi

  1. Pengaturan berbasis riset: kerjasama dengan pusat riset terkemuka, peningkatan kerjasama internasional
  2. Kerangka syariah dalam pengaturan
  3. Berbasis IT: merancang struktur informasi sebangun
  4. Self regulatory system

 

Pilar III : Pengembangan infrastruktur pendukung

  1. Pasar keuangan: tersedianya instrument hedging, pasar uang syariah yang efisien, tersedia mekanisme dan instrument safety net bagi bank syariah
  2. Lembaga rating: mendukung pengembangan rating, melakukan peningkatan
  3. Auditor eksternal: mendorong proses standardisasi konsep auditing syariah bagi auditor eksternal
  4. Lembaga riset fiqih: memperkaya informasi tentang pembiayaan syariah, pengembangan produk-produk syariah

Pilar IV: Struktur perbankan yang efektif

  1. Positioning bank syariah: BUS,UUS, dan BPRS harus memiliki spesialisasi sector, membangun platform kerjasama dengan industry, meneliti sinergi BUS dan BPRS
  2. Permodalan: permodalan minimum bank syariah disesuaikan dengan area eksposur dominan dan perkembangan industry, pengarahan permodalan BPRS, penerapan batas minimal permodalan, mengkaji exit policy

Pilar V: Aliansi strategis

  1. Basis informasi cross sector: adanya informasi  yang akurat mengenai keuangan syariah secara silang antarsektor, Perumusan indeks return dari sector riil, membangun platform pertukaran informasi antar lembaga pengawas syariah
  2. Cross sector financing: tersedianya cross sector product, pelajari sector riil

Pilar VI: Pemberdayaan nasabah

  • Integrasi kegiatan komunikasi marketing
  • Memenuhi kebutuhan masyarakat
  • Peningkatan inovasi dan service
  • Peningkatan perlindungan nasabah

Pilar VII: Kepatuhan terhadap prinsip syari’ah

  • Diterapkan secara komprehensif
  • Secara regular melakukan kajian fiqih dalam perspektif mikro dan makro

Dunia Cyber

Dunia cyber telah mempengaruhi cara bertransaksi. Kini transaksi bukan hanya tidak memerlukan pertemuan penjual pembeli juga tidak lagi memerlukan prosedur yang panjang. Ada dua hal penting syarat perekonomian cyber yaitu kepercayaan dan prosedur transaksi.

Kini, orang tidak perlu lagi ke kantor untuk bekerja, kini bekerja bisa dengan SOHO (Small Office Home Office) praktisi IT dapat bekerja di rumah tanpa perusahaan, bukan karyawan siapapun, bukan konsultan siapapun, tidak memiliki perusahaan apapun.

Keunggulan Absolut

Keuntungan Absolut adalah keuntungan yang dimiliki oleh suatu negara atau daerah atas negara atau daerah lain dalam memproduksi suatu produk disebabkan oleh adanya keunggulan atau kelebihan yang dimilikinya yang tidak dimiliki oleh negara atau daerah lain tersebut misalnya karena faktor tenaga kerja yang melimpah dan murah, dan sumber alam

Keunggulan Absolut merupakan alat untuk mengukur kinerja ekonomi paling sederhana. Seseorang, perusahaan atau Negara disebut memiliki keunggulan absolut apabila dapat memproduksi barang atau jasa lebih baik daripada yang lainnya dengan usaha dan sumber daya yang sama. Indonesia memiliki keunggulan di bidang pertanian, dengan sangat mudah petani kita menanam suatu komoditas, alam Indonesia telah memberikan segalanya, dibanding negara-negara lain yang berkekurangan. Maka mengembangkan kekuatan di bidang ini sangat masuk akal buat bangsa kita. Mungkin ada yang mengatakan bahwa negara kita adalah kepulauan maka perlu industri kapal dan lain-lain, tapi itukah keunggulan absolut kita? Untuk menjadi market leader kita perlu berangkat dari keunggulan absolut kita.

keuntungan absolut, what's wrong?

Jika kita mau melihat secara mikro, yakni diri kita sendiri, perlu sekali untuk kita mengetahui apa keunggulan absolut kita. Ini dinamakan bakat, anda boleh saja tidak tahu apa bakat anda, tapi mengetahui pada bidang apa anda dapat bekerja sangat baik ini sangat diperlukan. Jika dikonversikan dengan waktu, pada keunggulan absolut anda anda memiliki waktu dengan harga termahal. Ada yang memiliki satu jam sama dengan 1 unit produk saja, ada yang bernilai a, b, c dsb. Kemungkinan anda dibayar paling mahal pada bidang keunggulan anda. Jadi, mengapa harus mengambil semuanya?

“Kita harus mengalokasikan lebih banyak waktu, pada bidang yang dia unggul disitu”

Opportunity Cost

grafik opportunity cost

grafik opportunity cost

Biaya sesungguhnya yang kamu keluarkan untuk memperoleh suatu barang atau jasa. Biaya ini termasuk bukan hanya uang yang kamu keluarkan untuk membeli (atau mengerjakan) sesuatu, tapi juga keuntungan ekonomi (utility) yang kamu dapatkan karena memilih satu hal sementara meninggalkan hal yang lain. Misalnya, biaya kesempatan karena memilih kuliah hokum bukan hanya uang yang dikeluarkan untuk membayar kuliah, harga buku, dan lain-lain, tetapi juga kenyataan karena dengan pilihan tersebut kamu kehilangan kesempatan untuk menggunakan waktu agar mendapatkan gaji dari pekerjaan yang mungkin kamu ambil, atau mendapatkan pendapatan karena kamu jadi pemain bola. Opportunity Cost dapat menunjukkan kehilangan kegunaan yang signifikan.Jalan-jalan mungkin tidak memerlukan biaya apapun, sampai kamu menyadari bahwa waktu tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan uang. Segala sesuatu yang kamu dapatkan memiliki Biaya Kesempatan. Ilmu ekonomi mengajarkan kita untuk menggunakan sumber daya secara efisien, sehingga Opportunity Cost memiliki peran yang sangat penting.

Grafik yang ditunjukkan diatas menggambarkan biaya kesempatan yang terjadi antara pilihan negara menganut ekonomi terbuka (dengan membuka peluang investasi atau meminjam uang ke negara lain) dengan ekonomi tertutup.

Pesan yang dapat diambil dari term ini adalah bahwa kita dihadapkan pada beberapa alternatif tindakan yang masing-masing memiliki utilitas yang berbeda-beda, kita harus mencari keputusan mana yang memberikan hasil terbaik dan dampak paling maksimal di masa yang akan datang. Bukan hanya berhubungan dengan keputusan-keputusan ekonomi, pilihan-pilihan kita untuk menggunakan waktu (sebagai salah stau sumberdaya paling penting) juga memiliki pilihan yang beragam, kita dapat memilih mana yang paling memiliki efek yang besar untuk kehidupan. Sekarang atau di masa depan. Allohu A’lam

DIMINISHING RETURNS

Makin banyak yang kamu punya, makin sedikit tambahan keuntungan yang kamu dapatkan dari tambahan asset tersebut. Dikenal juga dengan Skala Ekonomi. Contohnya, ketika pekerja mengerjakan sebuah lahan/capital, menambahkan lebih banyak pekerja tidak akan menambah produktivitas mereka. Misal, sebuah lahan pertanian mengalami hasil maksimal setelah dikerjakan oleh 4 orang petani, menambahnya dengan satu orang petani lagi menyebabkan produktivitas masing-masing petani bahkan menurun. Teori ini juga bertemu dengan CATCH-UP EFFECT, yang menunjukkan perbedaan antara Negara Berkembang dan Negara maju, dalam ekonomi yang baru tumbuh, beberapa ahli berargumentasi bahwa modal tidak akan terlalu dipengaruhi oleh Diminishing Return atau paling tidak pengaruh diminishing return akan lebih kecil, di Negara berkembang tambahan tenaga kerja malah akan meningkatkan keuntungan.

Dalam hal ini kita bisa menganalogikan dengan dengan rasa lapar dan makan. Rasulullah saw memberikan nasihat “makanlah di saat kamu lapar”. Tambahan kegunaan (marginal utilitas) terbesar dari makanan akan kita dapatkan ketika kita sedang merasa lapar. Anda tambahkan makanan maka marginal utility akan tetap besar sampai mendekati saat dimana anda merasa kenyang, maka Rasulullah bersabda, “berhentilah sebelum engkau kenyang”. Tetap makan untuk memuaskan syahwat kita akan menyebabkan anda kekenyangan. Tambahan makanan menyebabkan marginal utility yang semakin kecil. Yang pasti produktivitas anda menurun karena perut anda kekenyangan. Bukan hanya produktivitas fisik, tapi juga produktivitas iman dan sensitivitas anda. Tidak beriman seseorang, ketika dia kenyang sementara tetangganya lapar. Begitulah sabda Rasulullah tentang hal ini.

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.