Makin banyak yang kamu punya, makin sedikit tambahan keuntungan yang kamu dapatkan dari tambahan asset tersebut. Dikenal juga dengan Skala Ekonomi. Contohnya, ketika pekerja mengerjakan sebuah lahan/capital, menambahkan lebih banyak pekerja tidak akan menambah produktivitas mereka. Misal, sebuah lahan pertanian mengalami hasil maksimal setelah dikerjakan oleh 4 orang petani, menambahnya dengan satu orang petani lagi menyebabkan produktivitas masing-masing petani bahkan menurun. Teori ini juga bertemu dengan CATCH-UP EFFECT, yang menunjukkan perbedaan antara Negara Berkembang dan Negara maju, dalam ekonomi yang baru tumbuh, beberapa ahli berargumentasi bahwa modal tidak akan terlalu dipengaruhi oleh Diminishing Return atau paling tidak pengaruh diminishing return akan lebih kecil, di Negara berkembang tambahan tenaga kerja malah akan meningkatkan keuntungan.
Dalam hal ini kita bisa menganalogikan dengan dengan rasa lapar dan makan. Rasulullah saw memberikan nasihat “makanlah di saat kamu lapar”. Tambahan kegunaan (marginal utilitas) terbesar dari makanan akan kita dapatkan ketika kita sedang merasa lapar. Anda tambahkan makanan maka marginal utility akan tetap besar sampai mendekati saat dimana anda merasa kenyang, maka Rasulullah bersabda, “berhentilah sebelum engkau kenyang”. Tetap makan untuk memuaskan syahwat kita akan menyebabkan anda kekenyangan. Tambahan makanan menyebabkan marginal utility yang semakin kecil. Yang pasti produktivitas anda menurun karena perut anda kekenyangan. Bukan hanya produktivitas fisik, tapi juga produktivitas iman dan sensitivitas anda. Tidak beriman seseorang, ketika dia kenyang sementara tetangganya lapar. Begitulah sabda Rasulullah tentang hal ini.



rizka berkata,
16 Februari 2010 pada 02:40
saya ingin diterangkan tentang kerangka regulasi? dan self regulatory system