
grafik opportunity cost
Biaya sesungguhnya yang kamu keluarkan untuk memperoleh suatu barang atau jasa. Biaya ini termasuk bukan hanya uang yang kamu keluarkan untuk membeli (atau mengerjakan) sesuatu, tapi juga keuntungan ekonomi (utility) yang kamu dapatkan karena memilih satu hal sementara meninggalkan hal yang lain. Misalnya, biaya kesempatan karena memilih kuliah hokum bukan hanya uang yang dikeluarkan untuk membayar kuliah, harga buku, dan lain-lain, tetapi juga kenyataan karena dengan pilihan tersebut kamu kehilangan kesempatan untuk menggunakan waktu agar mendapatkan gaji dari pekerjaan yang mungkin kamu ambil, atau mendapatkan pendapatan karena kamu jadi pemain bola. Opportunity Cost dapat menunjukkan kehilangan kegunaan yang signifikan.Jalan-jalan mungkin tidak memerlukan biaya apapun, sampai kamu menyadari bahwa waktu tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan uang. Segala sesuatu yang kamu dapatkan memiliki Biaya Kesempatan. Ilmu ekonomi mengajarkan kita untuk menggunakan sumber daya secara efisien, sehingga Opportunity Cost memiliki peran yang sangat penting.
Grafik yang ditunjukkan diatas menggambarkan biaya kesempatan yang terjadi antara pilihan negara menganut ekonomi terbuka (dengan membuka peluang investasi atau meminjam uang ke negara lain) dengan ekonomi tertutup.
Pesan yang dapat diambil dari term ini adalah bahwa kita dihadapkan pada beberapa alternatif tindakan yang masing-masing memiliki utilitas yang berbeda-beda, kita harus mencari keputusan mana yang memberikan hasil terbaik dan dampak paling maksimal di masa yang akan datang. Bukan hanya berhubungan dengan keputusan-keputusan ekonomi, pilihan-pilihan kita untuk menggunakan waktu (sebagai salah stau sumberdaya paling penting) juga memiliki pilihan yang beragam, kita dapat memilih mana yang paling memiliki efek yang besar untuk kehidupan. Sekarang atau di masa depan. Allohu A’lam



dira berkata,
30 Juli 2009 pada 04:34
Dengan kita ngeblog, kita kehilangan kesempatan untuk nonton film di bioskop. Besar juga ooprtunity cost-nya ya?
Salam.
abu salma berkata,
30 Juli 2009 pada 06:05
betulll